4 Contoh Strategi Pemasaran Online untuk Startup Mengejar Valuasi

4 Contoh Strategi
Dalam beberapa tahun ke belakang, banyak anak muda di seluruh maya pada, termasuk di Indoensia semakin bergairah untuk menjajal daya kreatifitasnya dengan membangun perusahaan atau startup sendiri. dan salah satunya adalah kita sebagai jasa seo bandung

Untuk mereka yang cash-flownya terus menerus defisit tentu akan limbung, untuk yang kelamaan limbung, ya kolaps. Sementara mereka yang terbilang sukses akan terus tumbuh. Meskipun sebenarnya belum tentu cash flow nya positif.

Alasannya? Dana Investor.

Kita ambil contoh startup yang belakangan ini sedang seru serunya ngebakar duit, Bukalapak.

Sejak kehadirannya di tahun 2010, kinerja strategi marketing Bukalapak tercatat tumbuh progresif. Khususnya, kepada dua tahun terakhir. Jika tahun 2013 jumlah seller Bukalapak baru kepada kisaran 80 ribu seller, maka ketika ini jumlah seller sudah menembus 800 ribu, berarti pertumbuhannya sebesar 10 kali lipatnya.

Namun sepak terjang Bukalapak pula menandakan pelajaran yang amat berharga. Dimulai asal valuasi – ekspektasi Investor – hingga strategi pemasaran online – offline yang ditempuh.

Eskpektasi Investor

Berbicara soal valuasi dan ekspektasi Investor terlebih dahulu kita perlu mengenal sebutan Venture capital.

Pengertian Venture Capital atau pula dikenal pemodal Ventura, Mereka inilah yang tidak segan-segan menggelontorkan dana besar dengan cita-cita mendapatkan keuntungan berlipat lipat ketika startup yang mereka danai mulai bisa membiayai operasionalnya sendiri.

Dana mereka tentu bukan dalam jumlah yang mungil, apalagi apabila ukurannya dibandingkan dengan usaha tradisional.

Misalnya saja Tokopedia, startup ini mungkin yang paling moncer. Dilihat asal valuasinya, dua kali Toped mendapatkan pendanaan asal venture capital, masing-masing senilai lebih kurang 1 triliun. Jadi total sudah 2 triliun disuntikkan sebaga pendanaan. Jika dana 2 triliun itu dikonversi menjadi 50% saham, maka valuasi total Tokopedia menjadi lebih kurang Rp 4 triliun

Lalu saingannyapun ngak kalah besar, Bukalapak lebih kurang awal mei kemudian, Bukalapak mendapatkan pendanaan baru senilai Rp 500 milyar yang nilainya dikonversikan menjadi 35 % saham. Artinya, valuasi Bukalapak senilai 1,5 triliun. Amazing.

Dari paparan diatas rasanya sudah bisa kebayang kan? seberapa besar ekspaktasi investor.

Cash Flow Positif atau Negatif ?

Dengan kucuran dana yang besar bukan berarti neraca cash flownya menjadi positif. karena ukurannya sederhana saja.

Jika uang masuk lebih besar daripada pengeluaran, Knda aman Sebaliknya, apabila pengeluaran lebih gede daripada dana yang masuk, ya Knda defisit. Nah, kalau kelamaan defisitnya, ya kolaps. Siap siap deh gulung tikar.

Kemudian dengan usaha model marketplace, Bukalapak dan Toped masih dalam fase burning rate yang harapannya apabila fase burning rate ini sudah selesai baik Toped ataupun Bukalapak bisa mulai membentuk neraca positif asal usaha modelnya sendiri. Bukan asal pendanaan ventura.

Burning rate. Ini istilah kecepatan start up dalam membakar dana investor. Harapannya, dengan cara pemasaran yang jor-joran membakar uang untuk iklan dan ekspansi, maka pertumbuhan akan melesat. Pertumbuhan atau Growth ini berarti, meningkatnya jumlah pelanggan, tingginya nilai transaksi, ataupun pangsa pasar.

Simulasinya begini..

Dari model bisnisnya, Bukalapak mendapatkan pemasukan asal semacam iklan para member-nya. Dan pula komisi asal setiap transaksi, mirip dengan eBay atau Amazon. Berdasarkan data yang bisa dipercaya dan pengalaman kerja menjadi konsultan di bukalapak, estimasi pemasukan bukalapak dengan model usaha Marketplace ada di kisaran Rp 1 milyar per bulan.

menjadi catatan, Bukalapak ketika ini belum memungut komisi asal setiap transaksi. Ini berarti estimasi pemasukannya bisa kurang asal Rp 1 Milyar

Pengeluarannya?

Dengan karyawan lebih kurang 150 orang dan porto iklan yang gencar, estimasi pengeluarannya bisa menembus angka Rp 2 3 milyar per bulan. Artinya desifit 1- 2 milyaran per bulan.

Lalu asal mana defisit ini ditutup? Ya asal dana investor tadi.

Nilai sebuah Growth untuk Valuasi yang Gila

Bagaimana Bukalapak, Tokopedia atau startup lainnya bisa mendapatkan dana invest?

Sudah tentu asal akselerasi pertumbuhan atau dikenal dengan Growth.

Semakin tumbuh maka semakin besarnya daya tawar startup dimata Investor.

Jadi prinsipnya : growth, growth, growth. Meski prinsip ini wajib menghabiskan ratusan milyar. Growth dianggap lebih mengagumkan dibanding sekedar profit.

Nilai valuasi Tokopedia dan Bukalapak yang tembus triliunan, diasumsikan pertumbuhan pemasukan mereka bisa menembus 30 kali lipat dalam tempo 3 tahun ke depan. Pemasukan ya, bukan jumlah transaksi dan jumlah merchant yang bergabung.

Pertanyaannya, Bisakah pemasukan cash flow mereka melesat 30 kali lipat dalam 3 tahun ke depan? Mudah-mudahan bisa. Sebab hanya dengan itu, maka valuasi mereka menjadi masuk logika dan justified.

Jika tidak bisa bagaimana?

Artinya Investor terjebak euforia dan optimisme berlebihan.

4 Contoh Strategi Pemasaran Online untuk Mengejar Valuasi

Dengan beban ekspektasi Investor dan tentunya dana yang sudah dikucurkan tentu strategi pemasarannya tidak bisa sembarangan.

Untuk perusahaan atau startup yang memiliki dana lebih atau minimal rada lebih bisa menjajal 4 contoh strategi pemasaran yang berikut adalah

1. Menghantui atau Hadir dimana mana

Knda niscaya pernahkah merasa dihantui atau diikuti sang iklan asal website tertentu ketika sedang browsing di web? Membuka Facebook, timbul iklan Lazada. Membuka Detik, iklan Lazada timbul lagi. Buka 9gag, ada lagi itu iklan Lazada. Pas nonton YouTube, eh ada lagi iklan Lazada!

Nah, sebenarnya teman-teman kena jebak keliru satu strategi di periklanan digital yang dianggap remarketing.

Gampangnya: ini merupakan fitur asal periklanan digital yang memungkinkan kita menampilkan iklan hanya ke orang yang pernah mengenal kita (atau masuk ke website kita).

Oh iya, nama lain remarketing merupakan retargeting.

Dalam penerapannya Bukalapak ataupun Tokopedia, strategi pemasaran remarketing ini bukan bukan hanya diterapkan di media online saja tapi pula ada di media konvensional.

Harapannya pengguna yang native dengan media online dan belum fasih dengan online shop akan menyampaikan perhatiannya.

2. Menyambut di social media sesudah Iklan TV

Pengguna baru eCommerce/marketPlace disasar lewat media TV, Iklan di TV masih diharapkan untuk menggapai penonton yang lebih luas. Kita wajib mengakui bahwa orang banyak mengakses TV kalau kita bicara mass audience terutama di wilayah, terlebih TV bagus untuk content delivery.

Setelah content disampaikan Bukalapak menyambutnya dengan social media, hasilnya bisa dipandang asal analisa yang kami lakukan tentang Brand Perception Bukalapak, dan sentiment audience positif atau negatif .

3. Pengembangan mobile aplikasi

Melihat perkembangan perangkat mobile, Bukalapak menetapkan untuk fokus kepada kanal marketing ini. Aplikasi mobile Bukalapak pun disukai sang banyak pengguna dan kemudian terbukti kalau rating aplikasi Bukalapak menjadi yang tertinggi di Google Play dan Apple App Store untuk kategori e-commerce Indonesia.

Jika tahun 2015 kemudian jumlah user yang men-download aplikasi Bukalapak baru 200 ribu, maka ketika ini jumlahnya sudah melonjak di atas 5 juta. Hasilnya? ketika ini, lebih kurang 61,9 persen transaksi di Bukalapak terjadi lewat perangkat mobile.

Analisa istiadat pelanggan pula jadi fokus utama, contohnya: Ketika disinggung tentang statistik uninstall aplikasi mobile, Fajrin mengatakan kalau Bukalapak sudah menganalisa hingga kemudian memiliki strategi khusus untuk mengatasi hal tersebut.

Contoh solusinya, mirip kode voucher yang hanya bisa digunakan lewat mobile aplikasi. Hikmahnya merupakan membantu Bukalapak untuk mengurangi rasio istiadat uninstall asal pengguna bukalapak di smarthpone.

4. SEO dan SEM serta Content Marketing

Bukalapak lebih memperhatikan edukasi untuk para merchant untuk menyebarkan cara pemasaran online, karena itu diharapkan media pembelajaran.

Kemudian implementasinya merupakan menghidupkan Blog Bukalapak untuk edukasi seller / pelapak dan calon Buyer.Teknis SEM ataupun SEO terang cukup masif perannya, mirip dikatakan Fajrin, sebuah e-commerce wajib memberi perhatian lebih kepada pelanggan-pelanggan setia mereka.

Fajrin menjelaskan bahwa yang dimaksud pelanggan setia merupakan orang-orang yang menemukan Bukalapak secara organik lewat mesin pencari.Implementasi yang kebetulan sudah diterapkan 3 tahun kemudian, semakin terasa ketika ini.

Sejalan dengan pertumbuhan jumlah seller dan jumlah barang yang terindex. Bukalapak menerapkan diversity dalam proses link-building dan untuk SEO onpage para seller di edukasi seputar LSI (Latent Semantic Index) sejak 3 tahun kemudian. Efeknya bisa dipandang kepada gambar diatas.

Perlu diketahui algoritma LSI ini baru efektif belakangan ini, sementara Bukalapak sudah mempersiapkan LSI bersamaan dengan pemasaran Growth Hack di tahun 2013/2014 kemudian. Strategi SEO yang CERDAS

Mungkin sebagiannya sudah anda implementasi, namun sayangnya tidak banyak yang benar benar mengerti bagaimana mengelola website. Kemudian merogoh kesempatan yang menguntungkan dan menjanjikan asal Bisnis online.

Untuk lebih mengoptimalkan promosi usaha anda, baik skala mayapada pula skala lokal. Untuk itu anda bisa menggunakan jasa SEO terbaik asal Biz.Deerham.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *