Alun- alun Kidul, Tempat Kesukaan buat Darmawisata dengan Keluarga di Kota Solo

Alun- alun Kidul.

 

Informasi Reporter TribunSolo. com, Eka Fitriani

 

Alun- alu kidul( selatan) ialah salah satu tempat keluarga kesukaan di Solo.

 

Alun- alun kidul ataupun lazim diucap alkid tadinya berperan buat mempersiapkan situasi kelancaran ikatan istana dengan warga.

 

Tetapi, saat ini, area ini jadi tempat darmawisata kesukaan untuk masyarakat Solo serta sekelilingnya.

 

Ada banyak orang dagang santapan ekonomis di selatan Keraton

 

Kasunanan Surakarta ini.

 

Antara lain orang dagang jagung bakar, es degan, wedang asle, cabuk meluas, ronde serta berbagai macam angkringan.

 

Alun- alun rumput yang terletak di tengah alun- alun lazim dipakai masyarakat buat main sepak bola.

 

Para wisatawan umumnya menikmati santapan dengan mengadakan karpet di atas rumput serta bersantai.

 

Kanak- kanak belia yang tiba umumnya nangkring sambil melancong kuliner di sejauh jalur alun- alun.

 

Para orang dagang di dekat alun- alun mulai berdagang dikala 16. 00 Wib sampai 22. 00 Wib.

 

Saat sebelum 22. 00 Wib para orang dagang diwajibkan telah berangkat sebab gapura sudah ditutup.

 

Tidak hanya kanak- kanak belia, banyak para orang berumur pula mengajak kanak- kanak mereka yang sedang kecil buat menikmati darmawisata di Alkid.

 

Di alun- alun kidul ini banyak para pedagang serta penyewaan mainan buat kanak- kanak alhasil kanak- kanak hendak senang lama di tempattersebut.

 

Salah satunya game memancing, perosotan besar, sirkuit mobil- mobilan sampai berkelana dengan sepeda mempercantik.

 

Tetapi, sepeda mempercantik ini cuma bisa dipakai dikala malam sebab bercahaya lampu pada sepeda hendak nampak dikala malam hari.

 

Erna, salah stau wisatawan alkid berkata melancong di tempat ini mengasyikkan.

 

“ Asyik suasananya, ini aku ngemong anak aku, ini ia lagi mincing esok habis ini sangat betul balik ke rumah,” tuturnya.

 

Tidak hanya itu, ada 2 kandang kebo bule di Alkid ini.

 

12 kebo bule terletak di dekat pintu sisi selatan alkid sebaliknya 2 kebo jantan terletak di dekat pintu utara alkid.

 

Tiap petang, banyak kanak- kanak banyak yang terkumpul di depan kandang buat member makan kebo bule ini ataupun hanya melihatnya.

 

Ada pedagang pakcoi di depan kandang alhasil wisatawan bisa membeli pakcoi buat berikan makan kebo bule.

 

Menariknya kebo- kebo ini hendak dilepaskan ke alun- alun menjelang maghrib

 

Heru, salah stau pengawal alun- alun berkata kalau kebo- kebo itu telah jinak sebab telah terbiasa berhubungan dengan warga.

 

Tidak hanya itu, ada 2 barang istana di tempat alun- alun kidul ialah sepur jenazah aset Hamengku Buwono X serta sebuha sepur penumpang.

 

Bagi salah satu pengawal Alkid, tadinya sepur jenazah ini ialah sepur yang mengangkat jenazah Baginda dikala dirinya tewas.

 

Sebaliknya sepur penumpang tadinya dipakai buat menggiring banyak orang yang mengantar jenazah.

 

Tidak hanya masyarakat dekat, banyak pula wisatawan yang tiba dari luar kota apalagi dari Jakarta.

 

” Jika hari prei banyak wisatawan dari luar kota, Jakarta mayoritas,” tuturnya.

 

Pada umumnya wisatawan dari luar kota tiba bertamu bersama satu kaum.

Style Arsitektur Masjid Lalu Berevolusi