Masjid Berbentuk Segitiga Karya Arsitek Ridwan Kamil

BALEENDAH- Dari masa ke masa agaknya seni arsitektur kemudian berkembang, tidak lain dengan seni arsitektur pada bangunan masjid. Banyak sekali masjid- masjid yang dibangun oleh arsitek terkenal, walhasil bangunan masjid jadi amat baik dan akbar.

 

Masing- masing negara yang memiliki warga negara mukmin pasti memiliki masjid- masjid yang baik dan nyaman. Terlebih di Indonesia yang mayoritas penduduknya melekap agama Islam.

 

Tidak hanya baik dan akbar, banyak pula masjid di Indonesia yang dibangun dengan bentuk yang amat eksklusif. Salah satunya ada di Rute H. Mulya RT 2 ataupun 10 Dusun Kawungsari, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

 

Ialah Masjid Angkatan laut( Angkatan laut(AL)) Majid yang dibangun membandingi tempat bersih Penganut Islam dari seluruh dunia yakni Kabah, yang ada di pusat Masjidil Tabu, Mekah, Arab Saudi. Sejenak masjid ini memanglah terlihat mendekati dengan bangunan asli Kabah di Masjidil Tabu sana.

 

Semacam Kabah, masjid ini pula berbentuk dadu besar dengan tembok yang dicat bermotif hitam, membandingi Kiswah, kain hitam yang menyelimuti Kabah. Di atas tembok bermotif hitam ini terlihat dandanan kaligrafi yang berwarnakan tinta emas di masing- masing bagian masjid melainkan bagian balik.

 

Bangunan masjid ini pula dilengkapi dengan kaligrafi sejenis pada pintu Kabah, namun hanya berupa dandanan saja, tidak difungsikan bagaikan pintu di Kabah. Biar terlihat lebih mendekati dengan bangunan aslinya, pada bagian akhir kiri pintu Kabah, pula terdapat bunga Gasak Aswad( batu hitam).

 

Bagian asbes di lantai 2 seperti itu yang jadi ruang penting masjid buat doa. Pada Jumat( 31 atau 5 atau 2019), himpunan bergantian mengutip berabdas di lantai 1 kemudian memuat banjar doa di lantai 2. Tidak hanya di bagian segitiga yang terdapat di lantai 2, himpunan melakukan doa di selasar.

Baca juga : harga jam digital masjid

 

Masjid hasil ubah berguling( ruilslag) ini didesain Ridwan Lengkap, yang dikala ini berprofesi Gubernur Jawa Barat. Mulai didesain pada 2012, pembangunan masjid ini berakhir pada 2015.

 

“( Pengerjaan) pembangunan 2015 hanya 8 bulan. Rancangan ruilslag yang lama, sebab ini hadiah negeri. Catatan menteri, Departemen Agama. Sebab ini masjid( awal mulanya) terdapat di dalam,” cakap pengasuh Masjid Jamie Darussalam, Burhanudin Iqrom, dikala ditemui di posisi.

 

” Dibikinlah rancangan, jika dibandingkan mesjid lain, yang ciptaannya ia di luar rancangan ataupun out of the box. Di mari kan diamati, anggapannya tropis, sedang banyak rumah ingin disamakan( atapnya),” sambungnya

 

Cara pembangunan masjid serta pemasyarakatan pada masyarakat dikala itu tidak senantiasa mudah. Luang terdapat polemik dikala konsep masjid ditunjukkan.

Baca juga : Kota Cirebon Memiliki Masjid Bata Merah yang Designnya Etnik

“( Polemik di) warga, kan ia amati maketnya( lukisan konsep). Terdapat polemik,” cakap Burhanudin.

 

Pengasuh masjid yang akur dengan RK menolong menarangkan pada warga pertanyaan wujud gedung masjid.

 

“( Terdapat) polemik, sebab ini aku bilang, kita tidak sering di dengar dengan terdapatnya asbes( di masjid). Tetapi dengan pendekatan DKM serta pengasuh, dijelaskanlah, asbes ambil dari( rumah) yang terdapat di mari,” cakap Burhanudin.

 

Sehabis dipaparkan, warga menyambut wujud gedung segitiga dari Masjid Jamie Darussalam. Aktivitas keimanan juga teratur dicoba di tempat ini.

 

” Terdapat( polemik) saat sebelum( jadi), kan terdapat sketsanya, terdapat maketnya. Cuma beberapa( sehabis masjid jadi) cocok jadi, terkini kita terangin. Tetapi alhamdulillah, warga menyambut,” tutur Burhanuddin.

 

Salah satu himpunan yang melaksanakan doa Jumat di posisi tidak mempermasalahkan wujud masjid. Untuk ia, wujud masjid tidak pengaruhi sah- tidaknya doa.

 

” Betul doa, doa saja. Wujud gedung tidak mempengaruhi,” tutur salah satu himpunan bernama Mudas di posisi.

 

Baca juga : Kayu Menjadi 100 % Bahan Utama Masjid Tua Tunu