Inilah Masjid dengan Arsitek Mirip Kelenteng

Jika ucapan masjid istimewa, Surabaya serta Magelang tidak tertinggal. Mereka memiliki masjid dengan arsitektur oriental serta mendekati kelenteng.

 

Masjid umumnya memiliki asbes kubah serta mempunyai corak yang halus. Masjid istimewa di Surabaya serta Magelang terdapat yang bercorak merah terang dengan arsitektur semacam kelenteng. Kita bahas yang di Surabaya dahulu betul.

 

Masjid Cheng Hoo merupakan masjid berwarna Tionghoa. Gedung istimewa ini berada di Jalur Gading, Kecamatan Genteng, Surabaya. Lokasinya dekat 1 kilometer sisi utara Balaikota Surabaya serta dekat 100 m dari Halaman Kober Bahadur Bunga Bangsa.

 

Digabungkan detikTravel dari bermacam pangkal, Kamis( 8 atau 6 atau 2017), julukan Cheng Hoo diserahkan bagaikan wujud rasa terima kasih serta hidmat seberinda mukmin di Surabaya serta Indonesia, kepada Admiral asal Cina berkeyakinan Islam.

 

Sepanjang perjalanannya di area Asia Tenggara, Cheng Hoo tidak cuma berbisnis serta menjalakan pertemanan, tetapi pula mengedarkan agama Islam di Indonesia.

Baca juga : Arsitektur yang Hebat Masjid Agung Djenne di Mali, Terbuat dari Lumpur

 

Penaruhan batu awal pada 15 Oktober 2001 bersamaan dengan Isra Miraj Rasul Muhammad SAW. Pembangunan masjid berakhir pada 13 Oktober 2002. Setelah itu ditetapkan oleh Menteri Agama RI Profesor Dokter H Said Agil Husein Angkatan laut(AL) Munawar pada 28 Mei 2003.

 

Bukan wujud bangunannya saja yang mempunyai arti khusus, dimensi masjid ini juga terdapat maksudnya. Masjid kelenteng ini mempunyai dimensi seluas 21×11 m2 serta besar gedung penting 11×9 m2 serta mempunyai 8 bagian di bagian atas gedung penting.

 

Nilai 11 mempunyai maksud dimensi Kabah dikala terkini dibentuk. Sebaliknya nilai 9 menandakan Orang tua Songo. Nilai 8 menandakan Pat Kwa dalam bahasa Tionghoa berarti keberhasilan ataupun kesuksesan. Masjid Cheng Hoo ini sanggup menampung dekat 200 jamaah.

 

Masjid Cheng Ho tidak seluruhnya mendekati kelenteng. Terdapat paduan lain di gedung ini ialah gradasi Timur Tengah. Perihal ini dapat kalian amati di pintu penting masjid.

Baca juga: Arsitek Masjid Ini Mirip Dengan Bangunan Gereja

 

Di bagian utara Masjid Cheng Hoo ada relief serta replika kapal serta wajah Admiral Cheng Ho. Di posisi ini, pula kerap jadi tempat gambar para turis.

 

Mengapa terdapat replika kapal serta wajah Admiral Cheng Hoo di bagian masjid? Masjid ini mau membuktikan kalau Muhammad Cheng Hoo merupakan bahariwan nelayan, mukmin dari Tionghoa yang patuh, alim serta barid perdamaian yang baik.

 

Kunjungan dari bermacam wilayah juga lalu berdatangan. Terdapat yang dari Makassar, Jawa Barat, Jakarta serta bermacam wilayah yang lain. Banyak pula turis dari mancanegara bagus yang mukmin ataupun non mukmin. Terdapat dari Malaysia, Arab Saudi, Cina, Selandia Terkini, Inggris, Afrika serta yang lain.

 

Masjid yang mendekati kelenteng ini tidak cuma terdapat di Surabaya. Magelang pula memiliki yang semacam ini, namanya Masjid Angkatan laut(AL) Mahdi.

 

Masjid ini berdiri di antara rumah- rumah elegan di perumahan golongan atas Armada Estate, persisnya Jalur Delima katik Raya No 42, Kota Magelang. Wujud raga gedung dari asbes, tower masjid ini mendekati dengan kelenteng.

 

Corak catnya juga didominasi masyarakat merah. Di sebagian titik dapat ditemui lentera yang pula bercorak senada, tetapi bertuliskan Asmaul Husna.

 

Julukan Angkatan laut(AL) Mahdi diserahkan sebab cocok dengan pewakaf tanah yang bernama Mahdi. Masjid ini mulai dibentuk pada bulan Agustus 2016. Sehabis lewat pengerjaan sepanjang 8 bulan, masjid ditetapkan langsung oleh Walikota Magelang, Sigit Widyonindito pada medio bulan April 2017.

 

Bagi Mahdi, Masjid Angkatan laut(AL) Mahdi masuk di no 18 se- Indonesia dengan konsep semacam kelenteng. Sedangkan di Jawa Tengah, masjid ini merupakan yang kedua sehabis Kabupaten Purbalingga.