Jalur jalur Menjelajahi Arah Islam di Al- Andalus Spanyol

Tidak terasa, bulan Ramadhan( 1440 Hijriah) hendak lekas datang. Diperkirakan pada dini bulan Mei 2019, semua pemeluk mukmin di bumi hendak melaksanakan ibadah puasa.

 

Bersumber pada almanak prei nasional serta kelepasan bersama yang diresmikan penguasa, keramaian Idul Fitri hendak jatuh pada bertepatan pada 5 serta 6 Juni 2019, sebaliknya kelepasan bersama dicoba pada bertepatan pada 3, 4, serta 7 Juni 2019. Nah, apakah kamu telah terpikirkan buat membuat konsep liburan? Bila belum, mudah- mudahan narasi ekspedisi kita di selatan Spanyol dapat jadi alternatif liburan kamu.

baca juga : Jalan jalan Ke Masjid Menara Kudus Sekaligus Ziarah Makam Para Wali

Kala terletak di Spanyol pada tahun 2017, dekat 3 bulan saat sebelum bulan Ramadhan, aku bersama rekan- rekan sekantor mencari alternatif yang sangat cocok buat sekali- kalinya dapat liburan bersama keluarga ke Andalusia, tanpa dibebani profesi, serta cuma dalam 4 hari.

 

Awal mulanya, kita coba memikirkan 7 arah peninggalan Al- Andalus( Las Rutas del Andalusí) yang dibesarkan oleh Yayasan Khalayak El Legado Andalusi( aku menggerai di akhir catatan). Tetapi sehabis kita pelajari, nyatanya 7 arah itu, berkuasa melampaui 3 kota memiliki Andalusia, ialah Granada, Sevilla, serta Cordoba.

 

Selanjutnya arah ekspedisi kita di tanah Al- Andalus.

 

Hari Awal: Mengarah Kota Granada

 

Dari Madrid ke Granada menginginkan dekat 420 km ataupun 5- 6 jam ekspedisi. Cocok agenda, kita datang dekat jam 16. 15 di tepi kota berumur Granada.

 

Dari sana, kita berjalan bebas mengarah halaman Plaza de Bib Rambla yang terdapat di pusat kota berumur buat istirahat serta mencari jajanan khas Granada, sambil mengutip potret- potret tugu berumur, semacam La Capilla Real serta Cathedral Renaissance yang dibentuk pada era ke- 16. Sehabis 3 jam di kota berumur, kita diantar mengarah pemukiman Albaycin( Barrio de Albayzcin) buat mengejar panorama alam bagus Alhambra dikala mentari terbenam, dari Masjid Raya Granada.

baca juga : Fakta Unik Dari Hagia Shopia, Tadinya Gereja, Jadi Masjid Kemudian Jadi Museum

Pemukiman Albaycín nampak semacam bumi yang terpisah dari semua Granada. Akibat bangsa Moor terasa pekat di situ, dengan jalan- jalan yang kecil, rumah- rumah simpel serta bersih, serta dihiasai dengan ruang- ruang khalayak yang elegan buat bersosialisasi.

 

Untuk kita Albaycín merupakan pemukiman yang amat rukun serta amat sesuai buat bersantai serta istirahat. Jadi terkenang satu perkataan frasa popular yang dikisahkan sahabat kita, Muhsin, seseorang mukmin Spanyol.

 

Hari Kedua: Dari Alhambra ke Plaza de España

 

Siapa yang tidak ketahui dengan Alhambra? Aku rasa tempat ini lumayan terkenal di isi kepala banyak orang, paling utama peminat drama Korea, karena drama Memories of Alhambra yang diperankan oleh Hyun Bin buatnya terus menjadi terkenal. Betul, subjek darmawisata ini merupakan bintang penting ekspedisi untuk banyak orang, tercantum untuk kita.

 

Oh betul, amat dianjurkan buat membeli karcis masuk area lingkungan Alhambra jauh- jauh hari, apalagi 2 bulan tadinya, sebab tiketnya terbatas serta kilat habis. Kita memilah karcis masuk dengan agenda dekat jam 8. 00 serta didampingi oleh tour guide supaya dapat mengoptimalkan keelokan yang disajikan Alhambra.

 

Kunjungan diawali dengan berjalan bebas lewat suatu jembatan kecil, melampaui aset kolam renang biasa yang diucap dengan el baño de la Mezquita. Kita kemudian masuk sesaat ke Kastel Carlos V, lanjut mengarah Alcazaba( dalam Bahasa Arab diucap Al- Qasbah, yang maksudnya baluarti), serta kesimpulannya masuk ke Kastel Nazrien yang sedemikian itu menawan.

 

Sehabis itu, lanjut ke taman- taman yang terdapat di Generalife, serta kesimpulannya difoto versi bangsa Moor di salah satu pedepokan yang disiapkan oleh warga yang bermukim di dekat Alhambra.

 

Sehabis makan siang, kita langsung beranjak ke Sevilla. Dari Alhambra menginginkan durasi dekat 3 jam dengan jarak dekat 260 km.

 

Setibanya di Sevilla, kita diturunkan dekat Parque de Maria Luisa, halaman yang amat besar serta marak didatangi oleh turis lokal ataupun asing. Di situ ada satu bangunan yang berdiri akbar, ialah Plaza de España, bangunan yang dibentuk pada tahun 1928 spesial buat Eksposisi Ibero- Americano 1929.

baca juga : Pesona Masjid Agung Jawa Tengah yang Masih Menarik Dikunjungi

Janganlah bingung, bila terdapat perasaan sempat memandang tempat itu sebelumya. Tidak asing sebab sempat dipakai bagaikan tempat posisi syuting film The Lawrence of Arabian, Star Wars Adegan II– Attack of the Clones, serta The Dictator.

 

Hari ketiga: Alcazar de Sevilla serta Bengawan Guadalquivir

 

Kita datang di depan pintu Alcazar pada pagi hari, dekat jam 9. 00, serta nyatanya telah marak orang yang mengantri( oh betul, janganlah kurang ingat buat membeli karcis masuk Alcazar lewat internet). Pintu dibuka pas jam 9. 30, serta kita dengan cara tidak terencana langsung berhamburan buat mengejar spot- spot gambar yang menarik di Alcazar, sebagian di antara lain semacam di patio de las doncellas, patio de las muñecas, serta salon de los embajadores.

 

Berakhir dari Alcazar, kita berkelana di dekat kota berumur Sevilla sembari berjalan mengarah tempat makan siang dekat Bengawan Guadalquivir. Dikala makan siang, kita tidak terencana berjumpa dengan orang berumur dari sahabat anak aku, yang bertepatan merupakan orang Sevilla. Larut dalam dialog, ia menganjurkan kita buat berupaya naik kapal di Bengawan Guadalquivir.

 

Begitulah yang dikatakannya. Kesimpulannya, kita akur buat menjajalnya.

 

Sembari memandang panorama alam yang istimewa, kita menekuni kalau Bengawan Guadalquivir telah jadi bengawan dermaga yang berarti semenjak era Romawi, spesialnya bagaikan rute akses bermacam produk dari Bulu halus ke Sevilla.

 

Pada era Kerajaan Moor, bengawan ini terus menjadi berarti sebab bisa jadi rute akses buat bawa bermacam produk sampai ke Cordoba, alhasil dibentuk tower keamanan dekat dermaga, yang diucap Torre de Oro– sekarang pula sudah berganti jadi salah satu subjek darmawisata di Sevilla. Kemudian, pada masa penjajahan Spanyol, dermaga bengawan ini sanggup memonopoli perdagangan antarsamudera, alhasil Sevilla jadi pusat perekonomian Spanyol.

 

Hari keempat: Kembali ke Madrid lewat Cordoba

 

Ekspedisi ke Cordoba dari Sevilla cuma menginginkan durasi dekat 2 jam. Hendak namun, mengenang kita mau kembali ke Madrid tidak sangat malam, diputuskan buat pergi pagi- pagi ke Cordoba serta langsung mengejar sasaran penting buat bertamu ke Mezquita de Cordoba( Masjid Cordoba).

 

Masjid Cordoba, bagi aku, ialah tempat yang amat bergengsi, mengenang sejarahnya yang luar lazim. Kunjungan bisa dicoba cuma dalam 2 jam dengan sempurna, pastinya dianjurkan buat senantiasa carter perlengkapan tolong( semacam hp) ataupun melunasi seseorang guide yang bisa menarangkan seluruh sejarahnya tanpa kehabisan perinci.

 

Di sisi itu, tidak hanya 3 kota yang sudah kita sebutkan, sedang banyak lagi kota- kota kecil yang amat menarik buat didatangi. Aku individu, sempat ke Malaga, Marbella, Bersiar- siar serta Juzcar( yang dinamai bagaikan kotanya smurf di Spanyol). Oleh sebab itu, bagaikan estimasi terdapat bagusnya bila kamu mempalajari dulu 7 arah yang ditawarkan oleh Yayasan“ Peninggalan Al- Andalus”.

 

Arah Peninggalan Angkatan laut(AL) Andalus

 

7 arah peninggalan Angkatan laut(AL) Andalus pada dasarnya ialah arah memiliki yang sempat dipakai bagaikan arah perdagangan, ataupun bagian dari narasi ekspedisi asal usul satu kerajaan ataupun bagian dari buatan seseorang pengarang, selanjutnya 7 arah diartikan:

 

Arah Al- Mutamid: menghampar dari Lisbon( Portugal) ke Granada, melampaui provinsi Huelva serta Sevilla. Ini merupakan salah satu arah al- Andalus yang sangat melegakan sebab mencampurkan peninggalan Andalusia dengan asal usul bangsa Moor di Portugal.

 

Arah Kekhalifahan( Ruta del Califato): Rute ini mengaitkan Cordoba serta Granada, bunda kota Kekhalifahan Cordoba serta bunda kota Bangsa Nasrid di Al- Andalus. Rute ini merupakan salah satu arah yang dahulu kerap dilewati para orang dagang bumi di semenanjung Iberia, apalagi rute ini jadi rute komunikasi wawasan, ilmu, seni serta rute calo pusat- pusat kota penting pada era medio.

 

Arah Almoravides serta Almohades( Ruta de los Almorávides y Almohades): Rute yang mengaitkan 2 daratan yang terpisah oleh rute laut yang kecil. Belokan penting, di mana Afrika serta Eropa silih memandang, memberi dasar Tiang Hercules yang misterius. Rute yang dimulai di Afrika dari Kota Tarifa ataupun Algeciras, masuk ke Eropa lewat Cadiz, kemudian Malaga serta selesai di Granada.

 

Arah Nasrid( Ruta de los Nasaries): Rute yang dimulai dari kota kecil Navas de Tolosa, dengan pelabuhan di sebagian kota kecil yang lain, semacam La Carolina, Baños de la Encina, Bailén, Mengíbar, Andújar, lanjut menjajaki Bengawan Guadalquívir serta selesai di Granada.

 

Arah Ummayah: Mendekati dengan arah Almoravides, rute ini diawali dari Kota Algeciras, masuk Spanyol lewat Cadiz serta melampaui 2 simpati kota kecil sampai hingga di Granada.

 

Arah Washington Irving: Arah ini merupakan rute calo berarti antara Sevilla serta Granada, 2 kota berarti dalam peradaban Hispanik- Moor. Pada tahun 1829, Washington Irvin, pengarang asal Amerika Sindikat, menulis perjalanannya dari Sevilla ke Granada.

 

Ruta Paseos por Granada: Rute yang berwarna romantis, dengan mendatangi Alhambra, kota berumur Granada serta kawasan tinggal Albaycín.