jam Masjid Kuno di Aceh

jam Masjid Kuno di Aceh

 

Kawan GPS Darmawisata Indonesia, berupaya disusun kembali Masjid- Masjid Kuno yang terdapat di Provinsi Aceh, dari rentang waktu 1400 hingga 1800, hendak diawali dengan tahun yang sangat berumur. Setelah itu hendak diulas satu persatu disetiap postingan esoknya.

 

  1. Masjid Asal Penampaan

 

Masjid  Asal Penampaan( https: atau atau www. lintasgayo. com)

 

Masjid  Asal Penampaan terdapat di Dusun Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

 

Suatu pangkal berkata kalau masjid  Asal Penampaan dibuat pada tahun 815 H atau 1412 Meter. Bila data ini cermat, berarti masjid  Asal dibuat dalam era Kerajaan Bosan. Karena paling tidak, Kerajaan Bosan sudah berdiri dari tahun 1282 Meter,( Ibrahim Alfian, 2004: 26) serta jatuh dalam kewenangan Kerajaan Aceh Darussalam di tahun 1524 Meter,( Amirul Hadi, 2004: 13).

 

Gedung Masjid  Asal itu telah 800 tahunan sampai saat ini sedang utuh. Masjid  Asal itu aslinya berdimensi 20 X 20 m berlantai tanah. Tetapi, saat ini masjid  itu sudah diperluas dengan dorongan dari para donator. Tetapi, wujud asli aset asal usul itu sampai saat ini tidak dirombak, melainkan lantai tanah saat ini jadi lantai semen.

Anda bisa lihat jam masjid yang telah ratusan tahun sangat berbeda dengan jam masjid modern saat ini. bentuknya sangat penuh dengan ukiran yang membuat jam masjid disini semakin di minati banyak orang.

baca juga : 2 Masjid Kuno Kota Madiun Bersaing Di Adu Karunia Darmawisata Jatim 2018

  1. Masjid Jami’ Indrapuri

 

Masjid  Jami Indrapuri( https: atau atau bujangmasjid. blogspot. com)

 

Masjid  Jami’ Indrapuri terdapat di Pasar Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, dipinggir bengawan yang merelaikan Pasar Indrapuri dengan jalur raya Medan- Banda Aceh.

 

Masjid  Jami Indrapuri pada mulanya ialah suatu gedung candi yang dibentuk pada era ke 12 Meter di kerajaan Indrapuri. Jauh saat sebelum berdirinya Kerajaan Aceh darussalam di era ke 15M. Baginda awal Aceh, Baginda Ali Mughayat Syah dinobatkan bagaikan Baginda pada hari Minggu, 1 Jumadil dini 913 H ataupun pada bertepatan pada 8 September 1507. Akibat Kerajaan Aceh menabur di pulau Sumatera sampai ke area semenanjung Malaya.

 

Apabila Islam setelah itu masuk ke area Indrapuri serta setelah itu mengganti peradaban disitu ke peradaban Islam, guna candi Indrapuri juga setelah itu berganti jadi suatu masjid . Kabarnya pergantian itu terjalin ketika rezim Baginda Iskandar Belia berdaulat di Kerajaan Aceh Darussalam tahun 1607 Meter sampai 1636 Meter. Baginda Iskandar Belia pula lah yang setelah itu membuat masjid  Indrapuri mengambil alih Candi di posisi itu.

 

  1. Masjid Beuracan

 

Masjid  Beuracan terdapat di Dusun Beuracan, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie, ialah di tepi jalur Sigli- Medan yang bisa dijangkau dengan seluruh tipe alat transportasi bumi. Masjid  ini dibentuk di atas tanah seluas 40 x 40 m dengan status tanah hadiah.

 

Bersumber pada data kalau mesjid Beuracan dibentuk oleh Tgk. Salim pada tahun 1622 Meter pada era rezim Baginda Iskandar Belia menyuruh Kerajaan Aceh. Tgk. Salim berawal dari Madinah. Beliau tiba lewat antara Malaka sampai hingga di wilayah Meureudu bersama- sama dengan Tgk. Japakeh serta Belian Bisnis. Tgk. Salim bermukim berdiam di Pocut Krueng alhasil beliau diketahui dengan julukan Tgk. Chik di Pocut Krueng. Tgk. Japakeh berdiam di Dusun Meunasah Raya serta Belian Bisnis berdiam di Dusun Manyang Cut. Beliau merupakan seseorang malim. Oleh sebab itu, beliau setelah itu membuat masjid  bagaikan pusat pengajaran agama Islam pada warga disekitarnya. Di sisi itu, beliau pula membuka tanah persawahan seluas 50 ha serta tanah perkebunan dilingkungan mesjid seluas 6 ha, yang hasilnya dipakai buat membantu pembangunan mesjid.

 

  1. Masjid Jamik Jantho

 

Masjid  ini terdapat di Dusun Weu Kemukiman Jantho Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. Berjarak dekat 60 kilometer dari Banda Aceh, serta 28 kilometer dari Saree. Data dari pemimpin masjid  enyebutkan kalau masjid  ini dipindahkan ke posisi yang saat ini di tahun 1710 Meter. Tadinya masjid  ini dibentuk di Dusun Jantho Lama dekat tahun 1640 Meter, di era rezim Baginda Iskandar Thani( 1636- 1641 Meter)

 

  1. Masjid Teungku Di Anjong

 

Beginilah situasi masjid  Teungku Di Anjong hingga tsunami menerpa 26 Desember 2004.

 

Masjid  ini terdapat di Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh. Masjid  Teungku Di Anjong yang aslinya berkonstruksi kusen sudah sirna dilumat gelombang tsunami. Saat ini sudah dibentuk masjid  terkini dengan arsitektur batu, tetapi senantiasa menjajaki arsitektur konvensional Aceh, begitu juga wujud Masjid  Teungku Di Anjong tadinya.

 

Masjid  Teungku Di Anjong dalam coretan, di tahun 1882 M

 

Gedung ini pada mulanya tidak dimaksudkan bagaikan masjid , tetapi dibentuk bagaikan tempat berlatih( Dayah atau madrasah).

 

Dayah ini dibuat kurang lebih pada tahun 1769 Meter oleh Teungku Di Anjong yang hidup di era Baginda Alaidin Mahmud Syah( 1760- 1781 Meter). Teungku di Memuji meninggal tahun 1782 Meter, tidak dikenal siapa yang meneruskan kepemimpinan dayah ini sepeninggal dia serta gimana perkembangan dayah ini. Teungku Di Anjong dikebumikan di dayah dia di Dusun Peulanggahan.

 

  1. Masjid Al- Muhajirin

 

Masjid  Al- Muhajirin terletak di area Rindam Iskandar Belia– Mata Ie. Persisnya di Dusun Lheu- U Kemukiman Daroe Jeumpet, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Masjid  ini dibuat pada tahun 1835, gedung aslinya sudah direnovasi jadi semacam yang nampak saat ini.

 

  1. Masjid Tuwo Padang

 

Masjid  Tuwo Padang terdapat di Kelurahan Padang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Bagi data salah seseorang figur warga setempat serta bersumber pada pada informasi( pemilihan) yang terpasang pada kediaman data di dalam masjid  Tuwo Padang awal sekali dibentuk pada tahun 1276 H( 1858 Meter). Nilai tahun itu ada serta ditulis pada salah satu pilar masjid  di bagian barat yang diabadikan pada salah satu pilar buat mengingatkantahun awal berdirinya masjid  ini. Gedung masjid  dibentuk amat simpel berupa pentas, berkonstruksi kusen serta beratap limasan menumpang 2, bilik serta lantainya dibuat dari kediaman serta tidak mempunyai serambi.

 

  1. Masjid Teungku Chik Kuta Karang

 

Mesjid Teungku Chik Kuta Karang terdapat di Dusun Ulee Susu I Kemukiman Kuta Karang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Mesjid ini dibuat oleh Tgk. Chik Kuta Karang dekat tahun 1860, serta sudah direnovasi pada tahun 1997.

 

  1. Masjid Baiturrahim

 

Masjid  Baiturrahim terdapat di Gampong Tualang, Kemukiman Peureulak, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Propinsi Aceh.

 

Pada bertepatan pada 16 Dzulhijjah 1303 H ataupun 1883 Meter, dicoba rehabilitasi keseluruhan yang mengambil alih masjid  lama dengan masjid  berkontruksi batu, serta berbumbungkan genteng, Rehabilitasi ini dicoba oleh Teungku Chik Muhammad Ali, generasi Datok Po Kalam dengan mendatangkan pakar dari Pulau Penang, Malaysia. Besar masjid  Baiturrahim 4. 800 m2, besar gedung 486 m2 serta energi muat jema’ ah 600 orang.

 

  1. Masjid Raya Baiturrahman

 

Coretan ini( Peter Mundy 1637), membuktikan wujud masjid  yang dibentuk oleh Baginda Iskandar Belia tahun 1614 Meter. Masjid  ini dibakar dekat tahun 1677 Meter, dikala terjalin pergolakan kalangan wujudiyyah di era Sultanah Nurul‘ Alam Nakiatuddin Syah.

 

Bagi A. Hasjmy, inilah wujud Masjid  Raya Baiturrahman yang dibentuk oleh Sultanah Nurul‘ Alam Nakiatuddin Syah( 1675- 1678 Meter). Masjid  inilah yang terbakar pada bertepatan pada 6 Januari 1874 oleh Belanda dalam gempuran keduanya.

 

Masjid  Raya Baiturrahman di tahun 1881 Meter. Pada awal mulanya orang Aceh menyangkal, sebab bagi mereka, masjid  ini dibentuk oleh kaphe. Masjid  ini diserahkan pada orang Aceh pada hari Selasa, 27 Desember 1881 Meter atau 6 Safar 1299 H.

 

Masjid  Raya Baiturrahman dengan 3 kubah

 

Masjid  Raya Baiturrahman dengan 3 kubah. Ekspansi dengan akumulasi 2 kubah ini dicoba oleh Gubernur Van Aken pada tahun 1936.

 

  1. Masjid Indrapurwa

 

Bagi penjelasan dari pemimpin masjid , masjid  ini dahulu dibentuk di Dusun Pante Kiara. Dampak erosi, posisi itu sudah jadi laut, pondasi mesjid itu sedang nampak dikala air mundur, kurang lebih berjarak sepanjang 2 km dari bibir tepi laut. Setelah itu masjid  ini dipindahkan ke Dusun Lam Badeuk Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar.

 

Masjid  Alat Mula- mula merupakan salah satu dari 3 masjid  yang oleh Snouck Hurgronje diklaim dibentuk di atas sisa reruntuhan candi. Masjid  yang lain yakni Masjid  Indrapuri yang saat ini ini sedang bisa jadi buat diawasi. Sedangkan Indrapatra tidak teruji dibentuk bagaikan candi, serta tidak berbukti sempat dibentuk masjid  di atasnya.

 

Kehadiran Masjid  Indrapurwa bagaikan web asal usul tidak dapat lagi dilacak sebab sudah sirna dalam bencana tsunami. Saat sebelum dihantam tsunami, masjid  ini juga telah tidak pada posisi aslinya yang dibilang terletak di atas candi. Bagi penjelasan dari Pemimpin Masjid , masjid  itu dahulu terletak di Gampong Pante Kiara, tetapi sebab dikikis erosi, kemudian dipindahkan ke posisi terkini di Gampong Lam Badeuk Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

 

Pada arena yang ada di Masjid  Indrapurwa ada pahatan yang bertuliskan tahun 1276 Hijriyyah. Jika dikonversi ke tahun miladiyyah, nilai ini menunjuk tahun 1859 Meter, pastinya ini wajib diasumsikan bagaikan tahun pembuatan mimbarnya. Ada pula mengenai tahun pendirian masjid , tidak didapat penjelasan.

 

Kehadiran Masjid  Indrapurwa sudah musnah ditelan oleh Tsunami, bagi penjelasan masyarakat setempat, pondasi masjid  itu sedang diamati dikala air laut mundur, kurang lebih jaraknya 2 kilometer dari bibir tepi laut.

 

  1. Masjid Berumur Kabayakan

 

Masjid  ini dibuat pada tahun 1895 di Desa Kabayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Pada dikala Belanda melanda Desa Kabayakan pada 22 Mei 1905, masjid  ini nyaris beres dibentuk. Pembangunan masjid  ini dicoba dengan cara bergotong- royong oleh warga Desa Lot Kala, Gunung Busut, serta Desa Jongok Meluem( Sagi Onom serta Sagi Lime) yang kepanitiaannya diketuai oleh Teungku Penceramah. Arsitektur masjid  ini didesain oleh seseorang arsitek berdarah Tiongkok bernama Bopeng.

 

  1. Baiturrahim Singkil*

 

Masjid  Baiturrahim terdapat di Pusat Kota Singkil, ibukota Kabupaten Aceh Singkil, Propinsi Aceh, ialah Masjid  awal serta tertua.

 

Tadinya masjid  ini bernaman Masjid  Jamik Baiturrahim yang dibentuk di Singkil lama pada tahun 1256 H ataupun 1836 Meter, kemudian dipindahkan ke Singkil Terkini pada tahun 1909 Meter.

 

Guncangan dunia serta gelombang pasang bertepatan pada 28 maret 2005 sudah menghasilkan masjid  ini hadapi kehancuran berat. Buat membenarkannya pada bertepatan pada 7 Mai 2005 sudah dibangun Badan Pembangunan Masjid  Baiturrahim yang bekerja buat merehab masjid  yang cacat supaya dapat dipergunakan sekalian merancang pembangunan masjid  terkini bagaikan pengganti masjid  yang cacat. Konsep gedung terkini Masjid  berdimensi 37 x 37 meter dengan 4 tower besar, 4 tower kecil serta satu kubah besar dan 4 Qubah kecil. Kubah besar serta asbes dan ornamennya diupayakan mendekati dengan masjid  yang dibentuk tahun 1909.