jejak batik

Jejak Sejarah Batik Di Indonesia Bagian 1

Sejarah India Terhadap Batik

Sebelum membahasa ke pokok inti bisa anda pelajari bagaimana kerajaan mataram islam yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan batik di indonesia.

ke Selain di Mesir, seni pewarnaan kain dengan teknik wax-resist dyeing juga dapat dijumpai di Turki, India, Tiongkok, Jepang, Nigeria, dan Senegal.

Namun, tidak ada satu tempat pun di dunia ini yang mengembangkan seni pewarnaan kain dengan desain dan ragam hias menggunakan teknik wax-resist dyeing sedemikian mendalam, kaya, dan kompleks seperti Indonesia, terutama di Jawa.

Bahkan, kini seni mewarnai kain dengan teknik wax-resist dyeing menggunakan canting yang disebut membatik pun banyak  dijumpai di berbagai negara.

Akan tetapi, dibanding negara lain, batik Indonesialah telah menapaki sejarah panjang akulturasi  berbagai budaya dengan pemaknaan secara filosofis yang mendalam.

Batik Indonesia pulalah yang paling unik, maju, berkembang, dikenal dunia dibanding batik dari negara-negara lain. Itulah sebabnya, batik Indonesia diakui secara luas sebagai warisan pusaka dunia.

Dibandingkan dengan batik negara-negara lain, batik Indonesia memang yang paling berkembang, unik, dan kompleks. di buktikan beberapa pabrik batik di daerah solo serta beberapa kota seperti pekalongan dan sragen tetap memproduksi batik hingga saat ini.

Batik Indonesia tidak hanya khas karena corak atau motifnya, tetapi juga khas karena teknik dan alat yang dipakai dalam proses pembuatannya.

Teknik membatik dengan canting dan perintang warna menggunakan lilin atau malam adalah betul-betul keunikan dan kekhasan batik Indonesia.

Di samping itu, batik Indonesia unik karena akar sejarahnya yang panjang dan berliku.

Fakta-fakta yang mencengangkan sekaligus membanggakan ini hendaklah semakin menambah makna seni Indonesia sebagai salah satu warisan peradaban manusia yang ternilai harganya.

Berikut ini kita akan menelusuri sejumlah anggapan tentang asal-usul batik Indonesia.

Betulkah batik Indonesia mempunyai akar budaya dan sejarah dari India atau Sri Lanka, Tiongkok, Melayu Kuno, atau Persia? Setelah mengetahui sejarah, teknik, dan corak atau motif batik negara-negara lain itu, diharapkan dapat semakin mengenali, menghargai, kemudian tergerak untuk mengembangkan batik kita sendiri.

Apakah Batik Indonesia Berasal dari India atau Sri Lanka?

Jauh sebelum nama Indonesia muncul, seni mewarnai kain yang disebut membatik sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara Hasil karya seni batik tersebut bisa dijumpai pada berbagai benda, seperti di daun lontar, arca, relief candi, busana raja, dan lain sebagainya.

Namun, sebagian pakar menyatakan, tradisi membatik yang berkembang di Nusantara itu bukan berasal dari Nusantara sendiri, melainkan berasal dari India atau Sri Lanka.

Untuk melacak asal usul batik Indonesia dari India atau Sri Langka, ada sebuah mitos yang menyebutkan pada abad ke-7, ada seorang pangeran dari Pantai Timur Jenggala yang bernama Lemtu Amiluhur memperisti seorang putri bangsawan dari Koromandel. 

Putri itu kemudian mengajari seni membatik, menenun, dan mewarnai kain kepada dayangnya. Dari situlah orang-orang Jawa mulai memiliki pengetahuan dan keterampilan membatik.

 NJ Krom mengatakan, seni dan keterampilan membatik sudah lama dikenal India. Sebagai contohnya seni batik telah berkembang pesat di daerah pesisir pantai koromandel

Menurut Krom, dari India, seni dar keterampilan membatik itu dibawa ke Indonesia melalui jalur perdagangan.

 Pendapat senada juga diungkapkan oleh G.P Rouffaer (ilmuwan Belanda yang meneliti tentang batik).

Menurutnya, teknik membatik itu dibawa ke Indonesia pertama kali daerah India Selatan Lebih lanjut menyatakan, teknik batik itu kemungkinan diperkenalkan dari India atau Sri Lanka pada abad ke-6 atau ke-7.

 Menurut Rouffaer, seni dan keterampilan membatik pertama ditemukan dan dikembangkan oleh orang Kalingga dan Koromandel Hindu.

Pada awalnya mereka berperan sebagal pedagang. Namun, kemudian mereka sebagai imigran berkelompok di beberapa daerah di Jawa Akulturasi seni dan keterampilan membatik ini berkembang hingga periode pengaruh Hindu berakhir di Indonesia, yaitu pada masa Kerajaan Daha di Kediri antara tahun 1100 hingga 1222)