Masjid Kuno Jawa Timur: Masjid Sunan Ampel, Surabaya

Masjid Sunan Ampel persisnya berada di Ampeldento yang saat ini terletak di area Surabaya Utara, persisnya terdapat di Jalur Ampel Masjid No 53, Desa Nyamplungan, Kelurahan Ampel, Kecamatan Simokerto, Kotamadia Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Gedung masjid berbatasan dengan pemukiman serta kober di sisi utara, di sisi selatan serta timur berbatasan dengan pemukiman serta pertokoan, di sisi barat berbatasan dengan lingkungan kober Sunan Ampel. Dulu wilayah ini ialah wilayah pinggiran bengawan yang jadi pembuluh aorta kemudian rute ke pusat Kerajaan Majapahit.

 

Cerita Gedung Masjid Sunan Ampei mempunyai besar 5. 624, 84 m2 yang awal cuma 2. 069 m2. Di bagian barat lingkungan masjid ada lingkungan kober Sunan Ampel serta para pengikutnya. Di bagian selatan ada 2 gedung bersusun 2. Lantai I ialah mushala spesial perempuan serta lantai II buat aktivitas pengajaran bahasa Inggris. Tidak hanya buat tempat ibadah teratur, masjid ini kerap menyelenggarakan aktivitas yang karakternya menaikkan pengetahuan pemeluk lewat eeramah- ceramah keimanan.

baca juga : jam Masjid Kuno di Aceh

Ruang utama

 

Saat sebelum masuk ke masjid ada gerbang, pada bagian tengah berupa lengkungan sempuma serta atapnya ada riasan pilaster persegi, pelipit serta lengkungan yang berdimensi 80 centimeter x 2 x 3 meter. Ruang penting masjid dibangun oleh 4 buah bilik dibuat dari tembok serta berdiri diatas pondasi setinggi 0, 6 meter. Besar gedung 50 x 20 meter serta besar 5 meter. Ruang penting masjid mempunyai 9 buah pintu dibuat dari kusen asli yang dicat berwama krem yang mengaitkan ruang penting dengan serambi. 3 buah pintu ada pada bagian timur, sebaliknya pada bagian utara ada 3 buah serta selatan ada 3 buah pintu. Di dalam semua pintu masuk ada suatu anak tangga yang tingginya tiap- tiap 30 centimeter. Semua anak tangga itu segenap dilapisi oleh keramik bermotif polos. Ke semua pintu masuk terdapat terdapat tidak sekelas dengan dataran bilik luar, namun menjorok 30 centimeter ke dalam.

 

Tidak hanya 9 buah pintu pada bilik ruang penting masjid, pula ada 10 buah jendela dibuat dari kusen asli yang dicat berwama krem. Pada bilik utara serta selatan tiap- tiap 4 buah jendela, pada bilik barat ada 2 buah jendela. Jendela- jendela itu masingmasing berdimensi 2 x 3 meter, serta memiliki 2 buah daun jendela. Pada jendela bagian dasar ada kisi- kisi kusen yang terdiri dari sebilah kusen yang disusun.

 

Di dalam ruang penting ada 28 buah pilar. Semua pilar berupa 4 persegi, pilar berdiri diatas umpak. Semua pilar terbuat dari kusen asli memiliki riasan lapisan pelipit berupa bidang 8 di badan pilar. Lantai penting tertutup keramik berwama polos yang dilapisi dengan karpet berwama hijau pada semua dataran lantai.

baca juga : 2 Masjid Kuno Kota Madiun Bersaing Di Adu Karunia Darmawisata Jatim 2018

Arena masjid berdiri di atas pondasi selasar dibuat dari kusen asli. Ruang arena berdimensi 1, 5 meter x 90 centimeter x 2 meter. Di dalamnya ada 4 buah anak tangga dengan besar 10 centimeter. Pada akhir anak tangga itu ada tempat bersandar dari kusen berdimensi 1, 1 x 0, 5 meter dan tingginya 50 centimeter. Permukaannya dihiasi oleh cat kuning kencana serta bermotif sulur.

 

Serambi

 

Serambi masjid ialah gedung tertutup serta terbuka. Masjid Sunan Ampel mempunyai serambi pada ketiga bagian ruang penting, ialah serambi barat, utara serta selatan, tiap- tiap berdimensi 20 x 5 x 5 meter. Semua dataran lantai serambi dilapisi oleh keramik. Pada ketiga serambi ini ada 21 pilar berupa bundar. Pada pucuk pilar ada riasan pelipit datar serta separuh bundaran. Tiang- tiang ini dihubungkan satu sarna lain dengan kelok penopang asbes serambi. Badan pilar pada serambi barat dihubungkan oleh tembok alhasil ialah serambi terbuka. Di dalam serambi pula ada bedug yang digantungkan pada gawangan kusen.

 

Kerangka Sejarah

 

Masjid Sunan Ampel ini dibuat dekat tahun 1450 Meter oleh Raden Rahmatillah ataupun Raden Belas kasihan yang setelah itu lebih diketahui dengan julukan Sunan Ampel. Buat mengawali usahanya, Raden Belas kasihan membuka pondok madrasah di Ampeldento, Surabaya Utara. Di tempat ini dididik para pemuda- pemuda Islam bagaikan kandidat buat setelah itu disebarkan ke bermacam tempat di semua pulau Jawa. Bagi riwayat, Sunan Ampel merupakan putera dari Maulana Raja Ibrahim dari Bidadari Candrawulan. Dari perkawinannya dengan Nyai Ageng Manila beliau mendapatkan 4 orang putra ialah: Gadis Nyai Ageng Maloka, Maulana Makdum Ibrahim( Sunan Bonang), Syarifuddin( Sunan Dradjat), serta Puteri( istri Sunan Kalijaga).

 

Sunan Ampel pula terdaftar bagaikan dalang kerajaan Demak. Dialah yang mengangkut Raden Patah bagaikan Baginda awal Demak. Disamping itu pula turut mendirikan Masjid Agung Demak bersama wali- wali yang lain ialah membuat salah satu dari tiang guru yang setelah itu dipasang di bagian tenggara. Sunan Ampel meninggal pada tahun 1481 Meter serta dimakamkan di masjid Ampel.

 

Masjid Sunan Ampel hadapi ekspansi serta penyempuraan 4 kali. Ekspansi awal dicoba oleh Bupati Aryo Cokronegoro C., dengan menaikkan gedung di sisi utara gedung lama. Pada tahun 1926 dicoba ekspansi kedua oleh Bupati Regent Raden Nitiadiningrat. Sebaliknya ekspansi ketiga serta keempat dicoba pada tahun 1954 serta 1974.