Senantiasa Terdapat Makan Siang Free Berakhir Shalat Jumat di Masjid Surya Gemilang

Jamaah shalat Jumat memenuhi ruangan Masjid Surya Berkilau dikala di luar berjalan hujan kencang.( Gambar Nasrul atau PWMU. CO)

 

Walaupun relatif terkini, Masjid Surya Berkilau senantiasa dipadati jamaah dikala shalat Jumat. Tidak kurang 300 orang memenuhi masjid yang dibuat Arahan Cabang Muhammadiyah( PRM) Tunggulwulung, Lowokwaru, Kota Apes ini.

 

Sebab dimensi masjid yang sedang relatif kecil, acapkali jamaah wajib meluber hingga di teras sampai laman depan dengan metode mengadakan karpet.

 

Bila situasi cuaca lagi hujan semacam pada Jumat( 17 atau 11 atau 17) ini, jamaah terdesak wajib masuk di dalam masjid 2 lantai berdimensi 8×8 m itu. Tidak keliru uyel- uyelan juga terjalin.“ Jamaah senantiasa penuh semacam ini,” tutur Sulaiman Badrudin, salah seseorang takmir masjid.

 

Istimewanya, berakhir shalat Jumat, takmir senantiasa sediakan mengkonsumsi free buat para jamaah. Semenjak satu tahun terakhir, jamaah yang berkecukupan digilir buat bersodaqah dengan metode berikan makan siang para jamaah berakhir shalat Jumat.

baca juga : harga jam digital masjid

Menu makan bermacam- macam terkait ikhlas hati yang sediakan. Sesekali terdapat menu soto, rawon, campur aduk, sampai sate kambing serta tongseng.

 

Pimpinan PRM Bongkot Wulung Profesor Dokter Tobroni MSi menerangkan pada mulanya adat- istiadat berikan makan cuma pada bulan Ramadhan dikala buka puasa saja. Tetapi akhir- akhir ini sebab banyak jamaah Jumat yang berawal dari golongan orang dagang, hingga takmir sediakan makan siang.

 

“ Kita berambisi adat- istiadat ini dijadikan pertandingan silaturahim antarjamaah. Tidak hanya itu, untuk jamaah yang berkecukupan berikan makan merupakan berikan kesempatan untuk mereka berkhitmad serta bersedekah,” tutur dekan Fakultas Ilmu Agama Islam( FAI) Universitas Muhammadiyah Apes ini.

 

Salah seseorang jamaah, Sobikhun, berterus terang suka bisa shalat di masjid berarsitektur minimalis ini. Posisinya yang penting di jalur Saxofon senantiasa jadi rute pengganti kala menjemput buah hatinya kembali sekolah. Nyaris tiap menjelang jam solat Jumat ia bersamaan melalui depan masjid itu.

 

“ Aku kerap membujuk anak aku solat Jumat di mari. Sekaligus kita turut makan siang. Tidak hanya mengirit durasi pula bisa ikhwan jamaah lain dari bermacam golongan,” tuturnya.

 

Semenjak Pimpinan Takmir Masjid, Abdur Kandungan, tergeletak sakit sebagian durasi ini, bagus Tobroni, Sulaiman, ataupun pengasuh yang lain ikut serta langsung mempersiapkan santapan buat para jamaah. Tidak sedikit nampak rasa aneh melayani jamaah yang berumur lebih belia.

 

“ Rasa kekeluargaan di masjid ini amat terasa, alhasil kita merasa tidak terdapat jarak antara kita dengan para jamaah yang belum kita tahu sekalipun,” saya Sulaiman.

 

Ke depan, Tobroni berambisi supaya lekas bisa meluaskan zona masjid. Targetnya saat sebelum Ramadhan tahun depan, Masjid Surya Berkilau telah mengawali melaksanakan penyempuraan ekspansi gedung kuncinya. Tidak hanya itu ia pula mau melepaskan tanah di sekelilingnya buat dibesarkan bagaikan pondok hafidz ataupun Halaman Pembelajaran Alquran.

 

“ Kita mengundang kalangan muslimin buat turut berinfak serta sadaqah di masjid ini,” tutur Tobroni yang pula badan Badan Dikti Litbang PP Muhammadiyah ini.

baca juga :

Pusat Kesehatan Masjid Muncul di Gajahmungkur

MRI Aceh Titel Jasa Kesehatan di Masjid Bung Chieng