Kayu Menjadi 100 % Bahan Utama Masjid Tua Tunu

Siapa duga di tengah hutan serta perkebunan besar terdapat masjid kusen istimewa yang bersih serta aman. Masjid terasing ini bernama Masjid Kusen Berumur Tunu. Diucap Masjid Kusen sebab semua gedung masjid dibuat dari kusen. Sedangkan Berumur Tunu ialah julukan kelurahan tempat masjid itu terletak yang ialah bagian dari Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

 

Masjid Kusen Berumur Tunu tidak sangat jauh dari pusat Kota Pangkalpinang, jaraknya cuma dekat 7 kilometer. Setelah itu dari jalur raya, persisnya dari Masjid Raya Berumur Tunu sedang wajib menempuh jarak dekat 4 kilometer lagi dengan jalanan berbentuk tanah kuning yang beriak serta beberapa berlumpur.

Baca juga : Jam Kuno yang Berada Di Masjid  Bandungan Kabupaten Semarang

Sejauh jalur terasa amat hening. Tidak terdapat rumah masyarakat, cuma perkebunan masyarakat semacam nanas serta cabai dan pohon- pohon kusen yang besar menjulang. Gemericik air bengawan menaikkan atmosfer terus menjadi reda serta meredakan. Walaupun tidak terdapat masyarakat, janganlah takut tersesat. Karena terdapat kediaman petunjuk yang memusatkan ke posisi Masjid Kusen.

 

Sehabis dekat 20 menit melewati jalanan yang sepi, kesimpulannya nampak replika kabah berdiri berdiri di tengah hutan. Di belakangnya terdapat masjid yang semua bangunannya kusen bercorak cokelat. Inilah Masjid Kusen Berumur Tunu yang ialah replika dari masjid jamik tempo dahulu.

 

Hari ini Masjid Kusen Berumur Tunu amat hening. Tidak terdapat seseorang juga di dekat masjid. Sehabis memarkir alat transportasi, detikcom setelah itu berkelana di dekat masjid. Pas di balik masjid terdapat gubuk berupa prisma dengan catatan Arab berlafalkan Allah. Di sekelilingnya ada banyak buaian dari kusen serta ban yang dicat aneka warna. Terdapat pula rumah tumbuhan serta arena yang kelihatannya sering dipakai bagaikan posisi outbond.

Baca juga : Inilah Masjid yang Mirip Dengan Bangunan Candi Hindhu

Beralih ke balik, banyak nampak rumah- rumah kusen bercorak cokelat dengan guna beragam. Terdapat yang bertuliskan gedung, galeri, rumah dapuk( dapur) serta mes santri. Di tengah area Masjid Kusen terdapat air bengawan kecil yang mengalir bening. Nampak sebagian perahu kecil diparkir di tepi bengawan. Atmosfer masjid ini sangat aman dengan penyusunan halaman yang apik serta mengademkan. Di sebagian posisi banyak ada tulisan- tulisan Arab berlafalkan masya Allah, subhanallah serta bermacam perkataan nabi.

 

Sehabis menelusuri sampai akhir masjid, kesimpulannya detikcom berjumpa dengan 2 wujud laki- laki yang tengah padat jadwal menyusun rumah kusen. Warnanya mereka lagi bertugas meneruskan pembangunan di lingkungan Masjid Kusen itu.

 

” Aparat pengelolanya terkini permisi kembali, malam esok terdapat lagi yang kemari,” ucap laki- laki bernama Adan di Masjid Kusen Berumur Tunu, Pangkalpinang, Bangka Belitung, minggu ini.

 

Sembari menyusun genteng, sembari separuh berteriak, Adan menggambarkan situasi Masjid Kusen kepunyaan majikannya bernama Haji Heri itu. Baginya, masjid ini dibentuk semenjak 3 tahun yang kemudian di atas tanah seluas 4 hektar. Tadinya semua material gedung di area ini berbentuk kusen. Tetapi sehabis 2 tahun, banyak arena yang cacat semacam jembatan kusen serta bermacam game outbond.

 

” Kesimpulannya jembatan ditukar dengan semen. Tepi- tepi halaman ditukar semen. Tetapi masjid serta rumah- rumahnya sedang senantiasa kusen seluruh,” tutur laki- laki asal Pangkalpinang ini.

 

Bagi Adan, di akhir minggu, masjid ini senantiasa marak didatangi masyarakat. Apalagi rumah- rumah kusen di bagian balik masjid kerap disewa bagaikan posisi pertemuan serta acara- acara kantor yang lain.

 

” Umumnya galeri dibuka pula buat biasa. Terdapat banyak benda antik di situ, yang memantulkan situasi warga Bangka era dulu. Haji Heri memanglah penyuka keadaan antik,” terangnya.

 

Sedangkan buat replika kabah, bagi Adan, posisi ini memanglah sering dijadikan bagaikan arena manasik haji. Karena bendoro Adan mempunyai dinas pelayanan travel serta umroh.

 

” Jika ingin manasik sendiri pula bisa. Seluruhnya free di mari,” ucapnya sembari terkekeh.

 

Masjid kusen tidak sempat dikunci. Tiap wisatawan diperbolehkan doa, berdoa bertahlil, membaca Alquran serta melakukan ibadah yang lain di masjid itu. Amat sesuai buat menghabiskan sisa Ramadan di masjid yang jauh dari berisik pikuk kota ini. Suasananya aman, hening serta mengademkan.