Menghadapi Segala persoalan Hidup Modal DOA

  1. Jangan pernah takut menghadapi persoalan hidup

Tidak ada yang salah dengan persoalan hidup. Yang ada hanya salah menyikapinya. Seperti halnya ujian semester, bukan salah soalnya tetapi salah menjawab soal-soal tersebut.

Masalah hidup adalah karunia Allah untuk meningkatkan derajat kita. Siapa saja yang ingin naik pangkatnya, pasti diuji.

Silahkan dengarkan langsung video ceramah Aa Gym! rikut ini beberapa cara menyikapi persoalan hidup:

  1. Yakin kepada

Allah Jika hati yakin kepada-Nya dan seluruh ketentuan ng digariskan untuk kita, maka mantaplah me- ngarungi bahtera kehidupan ini.

Ada badai pun kita enantiasa yakin akan berlalu, di balik hujan dan petir akan muncul pelangi yang indah.

 Berbeda dengan mereka yang keyakinannya setenah-setengah, artinya hanya yakin ketika berhasil sementara ketika badai, acap kali protes kepada Allah.

 Jangan takut tidak mendapat rezeki tetapi takutlah mendapat rezeki dengan cara yang haram, takutlah Allah tidak ridha, takutlah rezeki yang akan men- jadi azab kita.

Rezeki, ajal, jodoh semuanya sudah ditetapkan, kita hanya usaha. Itu pun dalam dunia sufi bukan menjadi sebab rezeki yang datang.

Usaha menurut mereka hanya bagian dari ubudiyah kepada Allah, bukan sebab rezeki datang.

2. Sabar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sa benarnya nikm Namun perlu digaris bawahi, sabar bukan tanpa usaha.

 Sabar adalah konsisten menge bar itu se- at. Karena menerima apa yang terjadi.

 Menyerah amal kebajikan meski banyak rintangannva juga berarti tidak berprasangka buruk kepada ada atas doa yang berlum terkabul.

 Al Orang-orang yang bersabar adalah merak yang tidak membenci yang menghinanya, mendoakas yang mencacinya dan berbuat baik kepada Tatkala persoalan hidup datang silih berganti, mereke berusaha mencari solusi.

Bukan hanya sekedar solusi tetapi mereka menyandarkan semuanya kepada Allah agar diberikan jalan keluar.

 Amat sombong jika kita bangga dengan otak yang dianugerahkan kepada kita sehingga hanya mengandalkan itu untuk memecahkan persoalan yang rumit.

3. Menolong Agama

  • Menolong Agama

Siapa saja yang dalam hati dan perbuatannya memiliki tekad menolong agama Allah, maka Allah pun menolongnya.

Bukan berarati Allah membutuh- kan makhluk, tetapi bentuk ibadah kita kepadanya. Perhatikan saja seseorang yang kehidupannya hanya tertuju pada agama, niscaya kecukupan akan menyer- tainya.

 Sementara yang dalam jiwanya redup akan agama ini, maka meskipun bisa saja sukses tetapi tidak mendapat pahala di akhirat kelak. Siapa pengusaha besar yang dalam waktu sebulan meraih sukses gemilang? Bahkan hartanya murni bersih.

 Tentu jawabannya Abdurahman bin Auf. Ia hijrah ara sahabat tanpa membawa sepeser pun apalagi ATM. Namun, karenan ia tulus karena ah, Rasul pun mempersaudarakannya dengan sa- habat ansor yang berprofesi sebagai pengusaha pula, bersama Saad bin Rabbi.

 Tidak berfikir panjang, Saad pun menawarkannya dua hal, toko dan istrinya.

Namun jawaban Abdurah- man membuatnya tersentak, ini menunjukan men- tal seorang pengusaha “tunjukan saja di mana ada pasar” Mengapa ia tidak memilih kios atau istri Saad padahal dipersilahkan memilih yang paling cantik? Ya, Abdurahman lebih memilih ditunjukan pasar karena ia mengetahui bahwa peluang meraih kekayaan terbesar adalah pasar Yang anehnya, zaman yang tradisional seperti itu saja Abdurahman mampu meraih kesuksesan bisnis dalam waktu yang sangat cepat.

Menurut saya aneh, bayangkan, hingga Abdurahman berkata “hari pertama saya menjadi pekerja, hari kedua menjadi distributor dan hari ketiga menjadi supplier.” Ia juga sampai mengatkan “andai saja saya mengangkat sebuah batu, tentu di bawahnya terdapat emas

.” Nah, dari kesuksesan  penyebabnya adalah men begitu, bdurahman bin Auf tertolong agama. Dengan kemudahan dalam berbisnis pun ia dapatkan.

  • Syariat

Pada kali ini kita akan membahas perbuatan perbuatan yang memiliki dampak di akhirat.

artinya doa, perbuatan dan apa saja yang akan berdampak baik di akhirat.

Saya memang tidak per nah me-ngalami, tetapi menurut khabar seperti itu adanya.

Mudah-mudahan menjadi pemantik untuk kembali dan menjadi cambuk untuk bersungguh- sungguh beramal.

 Pokoknya, tolak ukur perbuatan yang memiliki dampak adalah apakah perbuatan tersebut sesuai dengan syariat atau tidak. Meskipun ada nila manfaat, tetapi harus dikesampingkan manakala bertentangan dengan syariat.

Bisnis minuman keras misalnya, meskipun memiliki nilai manfaat yakni pendapatannya besar, tetapi tidak dikatakan baik karena khamar dilarang syaríat Riba juga demikian, meskipun dengan rita dapat menolong banyak orang, tetapi hukum keharaman riba tidak menjadí halal karena ada manfaatnya.

Dalam al-Qur’an surah al-Bagaran ayat 275 Allah berfirman,  

  • Manfaat

ilai manfaat juga berdampak baik di akhirat ak, tetapi dalam segi teknis saja dan hal-hal ang tidak bertentangan dengan syariat.

 Semi- memberikan seminar atau pelatihan internet marketing, merapikan parkiran mobil, membuat teknologi untuk kemudahan banyak orang, yang penting tidak bertentangan dengan syariat.

Berdoalah kepada Allah agar kita diberi ke- mampuan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Allah jualah yang paling berkuasa menjadikan segala sesuatu.

Namun perlu diingat, kata Ibnu Attoilah, doa itu memiliki syarat, sebab, waktu dan tempat.

Jadi bukan hanya doa saja tetapi doa yang memiliki empat komponen, ca Hati yang di dalamnya ada niat dan keyakinan; ca Pikiran untuk melakukan planning; ca Ucapan sebagai statemen atau ikrar; ca Tindakan sebagai bukti nyata.

 Jadilah orang yang bermanfaat yang kehad- irannya memberi makna, diharapkan, dan dinanti orang lain. Jangan menjadi penyulit atau peng- hambat kemajuan orang lain.

Hidup itu anugerah, tetapi jangan disia-siakan dengan melakukan yang tidak syar’i atau tidak bermanfaat. Wallahu a lam, astagfirullahal ‘adzim!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *