Fakta Unik Dari Hagia Shopia, Tadinya Gereja, Jadi Masjid Kemudian Jadi Museum

Salah satu gedung dengan asal usul jauh di Turki merupakan Hagia Sophia. Sehabis luang jadi gereja serta masjid, Hagia Sophia saat ini jadi museum.

Pergantian pemerintahan senantiasa dibuntuti dengan pergantian kebijaksanaan. Misalnya, ubah kepala negara hingga ubah peraturan pula, ini umum terjalin di banyak negeri.

Nah, apa jadinya jika pergantian pemerintahan ini terjalin di antara 2 kewenangan yang menganut 2 agama berlainan? Tentu terdapat pergantian kebijaksanaan yang ekstrem.

Perihal ini terjalin pada Imperium Romawi di Konstantinopel yang kekuasannya didapat ganti oleh Kerajaan Utsmaniyah nama lain Kerajaan Turki. Julukan kota Konstantinopel juga berganti jadi Istanbul.

Banyak gedung yang kesimpulannya berganti guna. Karena, Imperium Romawi yang tercantum pemeluk kristiani telah banyak membuat gereja di Istanbul.

baca juga : Di Lamongan Terdapat Destinasi Darmawisata Religi Baru

Dikala Konstantinopel dikalahkan Baginda Mehmed II pada hari 27 Mei 1453 serta merambah kota itu, Mehmed II turun dari kudanya serta berangkat ke Gereja Hagia Sophia buat mengubahnya jadi masjid yang diketahui dengan Aya Sofia.

Sejauh rezim Kerajaan Turki, masjid ini hadapi sebagian penyempuraan, paling utama di bagian warna serta style gedung supaya cocok dengan masjid pada biasanya. Salah satunya merupakan mengubah ciri salib di pucuk kubah dengan riasan bulan sabit.

Sepanjang lebih dari nyaris 500 tahun Hagia Sophia berperan bagaikan masjid. Walaupun banyak bunga Kristen dilepas ataupun dihilangkan, tetapi sedang terdapat mozaik Yesus serta Ibu Maria yang dilindungi dengan bagus sampai saat ini.

Hingga pada tahun 1937, Mustafa Kemal Atatürk mengganti status Hagia Sophia jadi museum. Pada dikala itu, mulailah cetak biru penyempuraan kembali Hagia Sophia dengan metode mengerok bilik serta lelangit dari cat- cat kaligrafi sampai ditemui kembali lukisan- lukisan keramat Kristen.

Hingga saat ini, Hagia Sophia jadi salah satu subjek darmawisata populer Istanbul. Lokasinya berhadapan dengan Masjid Baginda Ahmed nama lain Masjid Biru.

Museumnya dibuka mulai dari jam 09. 00 hingga 19. 00 durasi setempat. Siap- siap, wisatawan wajib mengantri lumayan jauh buat dapat masuk ke museum ini.

Maklum, ini ialah salah satu subjek darmawisata yang sangat disukai wisatawan di Istanbul. Dengan karcis masuk dekat 40 Lira Turki ataupun Rp 182 ribu, wisatawan telah dapat masuk ke semua arah Hagia Sophia dengan leluasa.

Pihak museum tidak sediakan tour guide, tetapi terdapat rekaman bermacam bahasa yang dapat membagikan uraian buat bagian- bagian khusus di dalam museum.

Sediakan daya buat berjalan kaki dan air minum dalam botol, sebab museum Hagia Sophia ini lumayan besar terlebih tidak terdapat lift serta tangga buat naik, melainkan undakan berkeliling dari dasar hingga ke atas.