Tips Agar Doa Untuk Kesehatan cepat terkabul

Berdoa untuk Kesehatan

Sebesar apa pun keinginan dan tindakan, atau seberapa besar pun karier dan kekayaan yang kita raih, masih jauh lebih murah daripada kesehatan.

Oleh karena itu, ketika seseorang tumbuh dewasa, ia harus senantiasa berdoa untuk kesehatannya. saya sebagai seorang pengusaha jam digital masjid juga menginginkan badan yang selalu sehat.

Di samping orang di sekitarnya turut berdoa, ia pun tidak boleh alfa untuk kesehatannya sendiri.

 Jangan memohon berdoa kesembuhan tatkala sakit menimpa saja, berdoalah dan bersyukurlah atas kesehatan sekarang.

 Itulah modal untuk mewujud- kan segala impian. kita juga harus melakukan doa agar diberi anak anak yang shaleh

Memang saya pribadi terkadang berdoa khusyuk untuk kesehatan hanya ketika sak sementara ketika sehat terkadang abai. Ketika Rastm lullah ditanya Aisyah perihal istigfar yang senantiasa ya terucap setiap hari padahal beliau maksum.

 Beliau ta menjawab karena ingin menjadi hamba yang bersyukur. pandahal Saya ingin bercerita kisah seorang yang sakit bisa sembuh dengan kekuatan doa. tidak hanya itu banyak teman – teman yang berdoa agar mendapatkan anak shaleh

 Begini ceritanya, Di Saudi Arabia ada seorang ayah yang bekerja di pertambangan minyak. Ia bekerja seminggu libur seminggu kerja.

 Gaji yang cukup untuk menafkahi istri dan putrinya membuatnya tidak terlalu pusing menjalani hidup. Putrinya masih kecil, senang berada di pangkuan ayah dan ibunya. Dalam keharmonisan rumah tangga itu, ujian pun datang.

Ayahnya mengalami kecelakaan yang menyebabkan otaknya 95 % hancur dan besar kemung- kinan tidak akan sembuh.

Kecelakaan itu membuatnya lemah berbaring tak berdaya, jerit tangis istri dan anak sama sekali tidak masuk ke telinga lantaran urat syaraf yang sedemikian hancur.

 “Malang nian nasibmu putri kecil, belum saatnya kau kehilangan kasih sayang abimu,” itulah ungkapan hatiku (penulis) saat membaca kisahnya di website kompas.

 Hari demi hari istri dan putrinya merawat ayah yang koma tak berdaya.

Dengan tabah nan harap, mereka pun memperbanyak ibadah siang malam. Putri yang mungil itu diperintah uminya ikut ke pembinaan tahfizul Qur’an. Beberapa tahun, ia tuntas mengha- falnya tiga puluh juz Al-Qur’an. Subhanallah. Seperti biasanya, umi dan putrinya melakukan aktivitas sebagaimana kebanyakan orang. Entah kenapa, suatu malam sang putri meminta agar ia di- izinkan tidur bersama ayahnya. Dalam tidur sembari memegang tangan ayahnya, tiba-tiba ia terbangun serasa ada panggilan untuk menunaikan ibadah tahajud.

Setelah itu, mulailah ia berdoa, “Ya Alla ya Rabbku, Ya Hayyu ya qayyum, ya azhim ya kabir, ya jabbar! Inilah ayahku, seorang hamba dari hamba-hamba-Mu. Ia mengalami penderitaan yang kebanyakan orang tidak memercayai akan kes- embuhannya.

Rabbku ya Allah! Kami ikhlas dan tabah dengan penderitaan ini, kami ridha dengan keputusan dan ketetapan-Mu.

Ya Rabb, yang menyembuhkan Nabi Ayub dari penderitaanya, yang menyelamatkan Nabi Yunus dari perut ikan, yang mengangkat panas api atas Nabi Ibrahim, yang memberikan pertolongan untuk Nabi Muhammad, Rabbku yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, Maha Menyembuhkan dan mengangkat penderitaan, angkatlah penderitaan ayahku.

Berilah kesembuhan, tak ada yang mustahil bagi kepu- tusan-Mu, sekalipun dokter tidak mempercayainya.

Amiin ya rabbal ‘alamin.” Subhanallah, malam itu pula sang ayah sembuh tangannya bergerak disertai mata terbuka.

Sentuhan halus putri dan istrinya telah ia rasakan. Hanga mengalir bersama cinta suci yang diberkahi. Begitula kekuatan doa yang menyembuhkan.

Keinginan

Adalah salah jika memandang dunia tempat meng- habiskan waktu secara membabibuta hanya untuk memenuhi nafsu semata.

Dunia di mana tempat kita berpijak bukanlah akhir dari kehidupan.

Justru menjadi arena berlomba agar kita terlahir dengan sempurna. Setiap kehidupan memiliki dua keadaan yang berbarengan. Misalnya seseorang meninggal dunia, padahal dalam keadaan yang bersamaan pula ia sedang dilahirkan di alam lain. Hanya saja waktu dan tempat yang berbeda. Subjeknya tetap sama.

Dalam kehidupan dunia ini, betapa banyak keinginan – keinginan yang namanya keinginan ngawang-ngawang dalam tidak pernah puas, bayangan kita.

Entah itu seandainya mampu pengin mobil, rumah, tour,pasti gu perhiasan dan lain sejenis- akan dikapling, nya.

Tak ketinggalan juga hutan digenggam dengan karier yang serasa bahkan langit pun tidak pernah puas. Setelah ingin dikuasai.

Karena yang nung pun jadi artis ingin juga jadi anggota dewan.

Ya merasa saya wajar wajar saja, Karena yang namanya ke inginan tidak pernah puas, seandainya mampu gunung pun akan dikapling, hutan digenggam bahka langit pun ingin dikuasai.

Pada bab ini saya ingin menjelaskan keinginan yang ada pada setiap manusia namun terkadang mereka tidak mengetahui di mana letak kebahagiaan- nya setelah keinginan itu tercapai.

Entah itu karier akademisi, atau kepemilikan harta benda dan sejenis- nya, Dari keinginan-keinginan itu ada yang menjadi- kannya sebagai doa ada pula yang menjadikannya sebagai ambisi saja Baiklah, keinginan pertama yang senantiasa dikejar-kejar manusia adalah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *