Tips Doa agar diberikan keturunan yang saleh 

  1. Doa agar diberikan keturunan yang saleh

“Wahai Rabb kami! Anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami se bagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Furqan [25]: 74).

Wahai Rabbku!l Anugerahkana kepadaku( orang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh. (Q.S. As-Shaffat [37: 100).

  1. Doa dan Setelah Lahir

Seperti yang dikatakan sebelumnya, doa itu ibarat multi level marketing yang terus tersambung. Memang, manusia sangat lemah, ia menggantung- kan segala sesuatu kepada zat yang paling mampu dalam segala hal.

Oleh karenanya wajar jika agama senantiasa familier di setiap kalangan. Tidak ada yang ajaib melainkan spiritual. Coba, aktivitas apa yang tidak pernah terputus dari ujung barat ke timur se lama 24 jam? Yes, azan dan shalat.

Perputaran bumi dari barat ke timur membuat waktu azan dan shalat menjadi seperti berantai tanpa terputus.

Subhanallah, fantastis bukan? Saya ingin bertanya lagi, pasar mana yang tidak pernah sepi selama 24 jam di dunia? Jawabannya tentu pasar di sekitar Masjid Haram Mekah dan Masjid Nabawi Madinah.

Tentu, karena kedua masjid in tidak pernah sepi, sehingga kegiatan ekonomi pun beriringan dengan aktivitas orang-orang di sekitarnya.

Subhanallah, the miracle of spiritual. Nah sekarang kita akan bahas doa-doa yang muncul ketika seseorang lahir, tumbuh dewasa sampai wafat.

Memang, sebelum lahir dan setelah lahir- sebelum balig atau dewasa, ia senantiasa didoakan oleh orang lain.

Bolehlah kita katakan belum mandiri dalam berdoa, Ia hanya ikut-ikutan bahkan tidak tahu apa maksud doa terebut. terus bagaimana agar doa agar cepat terkabul.

Sementara tatkala balig, mulailah ia berdoa sendiri. Apa saja yang diinginkan- nya? Salah satunya menggapai semua cita-cita.

Hehe Sengaja saya menggunakan kalimat umum karena cita-cita terkadang lebih dari satu. Yang jelas biasanya berkaitan dengan dirinya sendiri.

Sementara bagi orang lain setidaknya hanya untuk ibu dan bapaknya.

Wajar, berdoa untuk ibu dan bapak pasti dialami setiap orang. Hal ini karena merasa ada ikatan batin yang kuat yang selalu menginginkan kedua orang tuanya bahagia.

Meskipun ia mandiri untuk berdoa, tetap saja terkadang mendapat sokongan doa dari orang lain termasuk kedua orang tuanya.

Di sinilah yang sangat penting, jangan-jangan selama ini doa tak kunjung terkabul karena berbeda antara doa orang tuanya dengan doa dirinya sendiri.

Bisa saja orang tua berdoa agar anaknya men- jadi ulama sementara anaknya berdoa ingin menjadi sarjana teknik Bisa saja seseorang berdoa ingin meniadi ter padahal orang tuanya ingin menjadi guru Atau bukan hanya orang tuanya, orang dia pun berdoa dengan doa yang berbeda dengan kita.

Sekali lagi, salah satu faktor tidak atau belun terkabulnya doa karena tidak selaras antara keinginan kita dengan orang tua atau keluarga. Mengapa tidak selaras? Mungkin kita tidak pernah meminta didoakan; 

Mungkin juga orang tua tidak meridhai keinginan kita; ca Atau bisa jadi kita terlalu keras kepala tanpa mendiskusikannya sedikit pun.

 Doa berjamaah akan lebih cepat terkabul daripada doa sendiri-sendiri.

Oleh karena itu, selaraskan keingi nan kita dengan orang tua, istri, dan semua keluarga.

Diskusikan baik-baik dan berikan pengertian jika kita kukuh dengan pendirian kita. Intinya, mintalah ridha dan doa mereka.

 Tidak sedikit kisah seorang anak yang rela menu- ruti keinginan orang tuanya ternyata masa mendatang ia juga meraih keinginannya bahkan lebih mudah meskipun terkesan terlambat.

Bertanyalah kepada orang-orang yang kiranya menurut kita sukses, siapa tahu mereka mengalami hal yang sama.

kepadanya, mudah-mudahan kita menerima tongkat estafet kesuksesan darinya Sebelum diprotes karena terkesan mengandalkan doa saja, baiklah akan saya terangkan di sini.

Di awal saya katakan doa lebih dari cukup. Namun nampaknya tidak ada yang angkat tangan dan bertanya “doa se- perti apa itu?” Nah, di sinilah jawabannya.

Saya tekankan sekali lagi, doaku, doamu dan doa kita akan terkabul hanya dengan doa saja. Ya doa saja! dengan maksud, doa itu memiliki empat komponen.

Pikiran yang di dalamnya terdapat Planing; Ucapan yang merupakan ikrar atau statement; Tindakan yang merupakan bukti nyata.

Sementara hasil, Rabb jualah yang berkuasa.

Jangan hilangkan salah satu dari keempat komponen di atas, jika hilang maka memang benar doa saja tidak cukup.

Tetapi jika keempat komponen itu kita gunakan, wajib kita mengatakan doa lebih dari cukup. Sepakat? Mangguk ajalah. Hehe Ada sebuah kisah seorang wanita yang cantik dan lumayanlah shalehah.

Ia belum juga berumah tangga, padahal karier dan ekonomi terbilang cukup. Ketika ditanya temannya mengapa tak juga berumah tangga? Ia hanya menjawab belum ada yang pas.

Ia juga berkata sudah berkali-kali berdoa namun tak kunjung datang. “Memang kriteria seperti apa yan kau inginkan?” Tanya temannya “Ya'” yang baik, pintar penyayang, shaleh dan bisa bertanggung jawablah,” Jelas wanita tersebut.

“Kalau begitu pergilah ke tanah suci, mohonlah jodoh dambaanmu kepada Allah di sana.” Nasihat temannya.

Wanita itu setuju, berangkatlah ia ke tanah suci dengan segera hanya untuk bermunajat kepada Rabb Sang Pengatur kehidupan. Tidak lupa pula ia meminta doanya kepada teman-teman agar doanya diijabah Allah.

Beberapa bulan kemudian doanya benar diijabah, ia pun berumah tangga. Tatkala bertemu temannya, mereka saling mengucapkan selamat dan semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah.

 “Hebat ya, doamu terkabul juga.” Puji temannya. Wanita itu menjawab, “Iya doaku terkabul, aku mendapatkan suami yang baik, pintar, penyayang, bertanggung jawab dan shaleh, tetapi aku lupa tidak meminta yang ganteng.” haha Sudahlah, itu hanya anekdot.

Mari kita teruskan pembahasannya. Ya, hanya Allah yang tahu mana yang terbaik bagi kita dan kita sama sekali tidak memiliki hak terkabul atau tidak.

Tetapi, menurut saya tidak salah jika menginginkan dan menyebutkan sesuatu secara spesifik. Yang penting menerima apa pun hasil yang diberikan Allah.

Misalnya ingin memiliki mobil Mercedes Benz berwarna hitam, tahun sekian, di umur sekian.

Yang jelas, jika di waktu yang kita inginkan belum terkabul, tetaplah bersabar dan berprasangkan baik kepada Allah.

Toh kita bukan menentukan terjadi, hanya berharap terjadi. Doa bukan sekedar hati yang di dalmnya terdapat niat, tetapi harus disertai pikiran yang di dalamnya ada planing untuk memikirkan bagaimana cara terbaik meraihnya.

Dikukuhkan juga dengan ucapan untuk merangsang hormon-hormon dalam tubuh kita yang akan mendukung mewujudkan tujuan dan dibuktikan dengan tindakan sebagai ujung tombak keberhasilan. Itulah doa berkualitas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *