Yang Belia Yang Berbatik, Kisah Dea Valencia Berhasil Bidang usaha Batik Semenjak Remaja

Yang Belia Yang Berbatik, Kisah Dea Valencia Berhasil Bidang usaha Batik Semenjak Remajabisnis

Hari Batik Nasional diperingati tiap 2 Oktober. Pada peringatan Hari Batik Nasional 2019 ini cerita kanak- kanak belia yang melestarikan batik dengan berbisnis batik dapat jadi gagasan kalian buat turut melestarikan adat bangsa. Salah satu anak belia itu merupakan Dea Valencia owner merk Batik Kebudayaan yang omzetnya telah ratusan juta.

 

Dea Valencia berhasil membuat bidang usaha batiknya, Batik Kebudayaan, dari yang awal mulanya cuma dengan satu darji di ujung garasi rumah ibu dan bapaknya sampai saat ini mempunyai 120 pegawai serta berekanan dengan lebih dari 200 pengrajin. Dea jadi wujud yang menginspirasi sebab merintis bidang usaha batiknya dengan mengaitkan penyandang difabilitas semacam tuna pendengaran, tuna bicara serta tuna daksa. Pada 2017, ia juga memperoleh apresiasi Young Heroes dari program Kick Andy.

 

Baca pula: Hari Batik Nasional, Jokowi Hendak Membatik Bersama 500 Orang di Solo

 

Dea berkata dirinya tidak sempat dengan cara spesial mencari ataupun merekrut penyandang disabilitas itu.” Berjalan alami saja. Sedemikian itu terdapat yang melamar kegiatan dari disabilitas, aku memanfaatkan. Kemudian yang sebelumnya terdapat 15- 20%. Saat ini justru meningkat sebesar 50% dari keseluruhan pegawai aku merupakan para penyandang disabilitas,” kata perempuan 25 tahun itu.

 

Owner julukan komplit Dea Valencia Budiarto itu mulai berbisnis batik semenjak umur 17 tahun. Dikala itu, Dea yang menjajaki program akselerasi semenjak SD, telah bersandar di kursi kuliah semester 4 Universitas Multi Alat Nusantara.

 

” Dini mulanya saya berbisnis batik dengan menjual koleksi kain batik memiliki bunda saya. Dari hasil pemasaran itu, dipakai buat modal bidang usaha saya sendiri,” ceritanya dalam tanya jawab dengan Wolipop sebagian durasi kemudian.

 

Penyandang titel Ahli Pc itu mendirikan brand Batik Kebudayaan dengan memproduksi kain batik lawas yang dimodifikasi jadi pakaian buat tiap hari. Dengan rancangan simpel itu, Dea mencapai keberhasilan.

 

Baca pula: Tolong Kita Cari Orang Bagus, Gunakan Batik serta Baca detik!

 

Kain- kain yang dipakai buat pakaian batiknya dibuat dengan cara handmade. Buat corak batik, yang digunakannya merupakan corak asli Pekalongan, Solo serta Cirebon.

 

Dea berterus terang awal mulanya ia serupa sekali tidak sempat terpikir buat berbisnis semacam yang saat ini dijalankannya. Desakan ekonomi lah yang buatnya wajib berasumsi inovatif buat mencari bonus duit. Dikala menjual koleksi batik ibu dan bapaknya, ia mulai berlatih gimana triknya berbisnis serta memperdalam wawasan hal filosofi batik.